Tegakkan Moderasi Beragama, KKN-IK IAIN Kudus Desa Klumpit 1 Undang IPM dan IPNU IPPNU Hadiri Kajian Keagamaan
Selasa, (28/09/21) Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Desa Klumpit 1 adakan acara kajian keberagamaan bertemakan Moderasi Beragama dengan mengambil Judul “Menumbuhkan Rasa Moderasi Beragama demi Terwujudnya Generasi Millenial yang Moderat”. Dalam acara tersebut melibatkan 2 organisasi pelajar Islam yang cukup terkenal di Indonesia, yaitu Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Mahasiswa KKN-IK Desa Klumpit 1 bekerjasama dengan IPM Klumpit sebagai tuan rumah dalam acara tersebut dan mengundang IPNU & IPPNU desa Klumpit serta IPM ranting Kalilopo di Desa Klumpit.
Kajian Keagamaan dimulai pukul 19.30 WIB berlangsung di Masjid Baitul Mu'minin Dukuh Klumpit. KKN-IK Desa Klumpit 1 mengundang Bapak Moh. Anwar Yasfin, M.Pd seorang Dosen di IAIN Kudus sekaligus aktivis organisasi islam dan pemuda di Desa Klumpit sebagai pemateri. Penyelenggaraan acara tersebut juga ditanggapi baik oleh pihak pengurus masjid yang disampaikan oleh Bapak Sungkowo dalam sambutannya. Dan Ibu Eva Luthfi Fakhru Ahsani, M.Pd sebagai Dosen Pembimbing Lapangan KKN-IK Desa Klumpit 1 yang selalu memberikan dukungan dan arahan Mahasiswanya untuk terus ection dalam bertugas.
Dalam sambutan tersebut, Bapak Sungkowo menyampaikan “Semoga kegiatan semacam ini bukan hanya sebatas saat KKN saja, tapi nantinya dapat dikembangkan di daerah asalnya masing-masing setelah KKN”. “Kami sebagai mahasiswa merasa sangat memiliki tanggung jawab untuk terus mengabdi kepada masyarakat setelah berakhirnya KKN ini” ungkap salah satu peserta KKN-IK.
Adapun maksud dan tujuan mahasiswa mengadakan acara tersebut adalah sebagai upaya pengabdian kepada masyarakat dalam memberikan pemahaman akan pentingnya sikap moderasi beragama terutama dikalangan pelajar. Karena hadits Nabi mengatakan bahwa “pemuda saat ini adalah pemimpin di masa depan”, diharapkan dengan pemahaman yang baik akan sikap moderasi beragama mampu memberikan pencerahan bagi para pelajar agar terhindar dari sikap liberalisme.
Kolaborasi antara IPM dan IPNU IPPNU ini ungkap pemateri merupakan suatu kesempatan yang sangat luar biasa dan pertama kali di desa klumpit. “kegiatan ini nantinya akan saya ceritakan ke teman-teman saya karna ini merupakan suatu sejarah baru di desa klumpit” ungkap Pak Yasfin sebagai pemateri.
Seperti yang telah diketahui bahwa organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama merupakan 2 organisasi besar islam di indonesia yang sering di sorot media perihal perbedaannya. Seolah-olah kedua organisasi ini merupakan 2 kelompok yang saling bertentangan. Oleh karena itu, dari mahasiswa KKN-IK Desa Klumpit 1 berusaha untuk mengkolaborasikan kedua organisasi tersebut dan menjadikan acara Kajian Keagamaan sebagai sarana dalam mempererat tali silaturahim antara peserta KKN-IK Deasa Klumpit 1 dengan para pelajar di desa klumpit termasuk didalamnya pelajar NU dan pelajar Muhammadiyah.
Usai terselenggaranya kajian keagamaan ini diharapkan para pelajar memiliki rasa moderat dalam beragama. Yaitu mampu memilah dan memilih isu/berita yang menyinggung persoalan agama. Sehingga mereka dapat terhindar dari faham liberalisme yang menyesatkan. Rabu (28/09/21).
S U B A D I
Kepala Desa
Pertemuan Rutin TP PKK Kec Gebog
09 Dec 2025
Informasi Publik Perubahan APBDES T.A 2025
04 Oct 2025